Kayu Kayu Kayu


Halo semua! Kali ini saya akan ngobrol tentang kayu. Ada satu mata kuliah saya (di Arsitektur) yang namanya “Konstruksi & Bahan Bangunan”. Disitu dibahas beberapa material seperti kayu, bambu, baja dll serta konstruksinya untuk masing – masing material. Engga, saya ga akan bahas tentang material untuk bangunan, tapi untuk instrument musik bersenar (khususnya ukulele, gitar juga bisa). Postingan ini mengandung hasil pengamatan awam, saya bukan Luthier (pembuat instrument musik bersenar) maupun builder. Semoga bermanfaat

And here we go..

Dunia ‘per-kayu-an’ secara tidak sengaja merasuki otak saya setelah saya menggarap project Pelem Ukulele┬ábersama sahabat saya dalam ber-Ukulele, Fadil Firdaus. Beberapa tipe ukulele yang sudah jadi saya coba. Ada kayu mangga, jati, dan mahogany. Ketiganya memiliki karakter suara yang berbeda dan sangat kontras. Namun ada yang ganjil dengan semua ukulele ini : kurang keras. Saya membandingkan 3 ukulele ini dengan 2 ukulele yang saya miliki, Lanikai S-TEQ & Zianturi Custom. Dimana keduanya punya spec kayu yang sama — Kayu spruce diatas dengan Mahogany di samping dan belakang. Bermain dengan kayu Spruce udah jadi kebiasaan bagi saya.

Yang biru ga termasuk,hehe

Mengetahui kesalahan ini sayapun langsung lari ke Orange Studio, dimana si Pelem dibuat. Memang ternyata bukan konstruksi si Pelem yang salah, tapi karakter dari kayu Spruce lah yang lebih cenderung kencang. Tapi tentu saja ada kekurangan dari si Spruce ini (lebih tepatnya kelemahan) yaitu suara not pada setiap senar yang kurang detail. Ditambah (kurang) lagi tekstur kayu yang ‘biasa banget’.

ki-ka | Mahogany, Mangga, Jati

Kami ngobrol panjang lebar soal per ukulelean ini. Mulai dari kenapa kayu ini suaranya gini, apa bedanya luthier kuno dan modern, dan lain lain yang saya lupa. Setelah tau perbedaanya saya merasa sangat cupu. Saya tahu kayu bagus dan engga hanya dari pattern dan ke-eksotisan saja. Musisi amatir yang menghiraukan sound, duhaduhaduh. Oke saya akan paparkan tipe – tipenya. Oh iya, ini sebenernya saya ga niat ngiklan si pelem Ukulele, tapi boleh dicek websitenya. Kalau minat, boleh email saya *eh*

Mahogany

Mahogany

Sering kali disebut Mahoni di Indonesia. Corak kayu cenderung lurus dan garis – garis seperti bercak. Dengan outline warna yang lebih gelap dari bagian dalam garis (mahogany yang eksotis, kaya diatas), walau ada beberapa yang tidak bercorak . Pada strum pertama, yang saya rasakan adalah detailnya suara per not setiap string , sangat kontras dengan Spruce yang cenderung kencang dan lebih ‘sember’. Selain detail, jika dipetik satu persatu terasa seperti Telecaster yang punya karakter ‘Twangy’ (Fender asli ya, bukan ‘custom’ lol). Sangat cocok buat anda yang ingin merasakan Telecaster di Ukulele,hehe.

Mangga

Mango

Mango wood bahasa luarnya. Saya sangat suka dengan corak kayunya yang berombak. Uniknya dari corak kayu ini adalah ketika anda melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, akan terlihat bagian ‘kinclong’. Bahasa mudahnya, kayu ini seperti Hologram. Bisa dibilang kayu mangga merupakan kayu pilihan no-2 bagi pemain ukulele pada umumnya (yang pertama kayu Koa). ┬áMemiliki karakter suara yang sangat Warm dan Mellow. Anda suka hal – hal yang berbau romantis dan galau? Gunakan kayu mangga. Selain termasuk dalam kategori kayu eksotis, suaranya bisa bikin cewek ‘klepekklepek’ 5 kali lebih besar ketimbang pake kayu yang biasa – biasa aja. Sayangnya saya belum coba… sial.

Jati

Kayu Jati

Alias ‘Teak Wood’. Kuat dan tangguh. Sifat kayu itu diwakili oleh corak kayu dengan banyaknya garis lurus berdempetan yang tegas. Terkadang disertai garis kasat mata (hologram,seperti mangga) yang berlawanan arah dari garis utamanya. Suaranya sama kuatnya dengan sifat utamanya, keras. Crunch yang terasa kental disetiap senar yang dimainkan. Sayangnya saya tidak sempat mengingat secara detail, tai kira – kira begitulah. Sebenarnya ada lagi 2 kayu yang punya suara lebih Crunch dari jati, yaitu Rosewood (Sonokeling), dan Ebony.

Luthier Gaya Kuno VS Gaya Modern

Sama dengan kesusastraan di Indonesia, sastra lama dan baru, di dunia Luthier pun ada. Menjadi perdebatan? Bisa jadi ada. Gaya Luthier Kuno adalah membuat gitar (atau ukulele) dengan Kayu Solid yang sama di setiap sisinya (khususnya Body). Depan belakang samping Mahogany, depan belakang samping Koa,┬ádepan belakang samping Rosewood, sehingga suara yang dibuatnya benar – benar ‘fix’ sesuai karakter kayu. Namun, dengan kayu yang sama, ini membuat Instrument yang dibuatnya kurang eksploratif jika dilihat kasat mata.

Kebalikanya, Gaya Modern bisa ber-eksperimen dalam membuat ukulele. Punya banyak warna di setiap sisinya. Contohnya Lanikai saya yang atasnya Spruce dan samping + belakang Mahogany. Sangat enak dipandang. Walau suara yang dihasilkan kadang tidak punya cirikhas sendiri, jadinya ‘biasa banget’.

Tapi kedua gaya ini tidak jadi masalah, tergantung mood yang menggunakan maupun yang cuma lihat.

Selesai sudah di penghujung pos. Saya tekankan disini, postingan ini bukan sebagai doctrine anda sebagai referensi. Tidak ada yang bagus dan buruk. Semua terserah anda, mana karakter suara yang cocok, mana pattern kayu yang cocok etc. Semoga bermanfaat, khususnya bagi Ukulele Enthusiast :)

-Sekian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s