Ono Opo Sih #5 : Alasan Tidak Kuliah Hari Ini. Racauan Sore Ini
Perasaan saya datar hari ini. Senang iya, galau enggak juga. Jadi lebih tepatnya senang kali ya
. Iya, hari ini saya sama sekali ga kuliah. Why?
Sahabat Datang.Hujan.Malas
Pagi tadi ada sms masuk dari partner kencrung, sahabat, dan satu klan. Lu tau sapa lah. Dia mau kerumah saya gak kuliah gara – gara malas dan karena kejadian kemarin di Venue kita manggung. Bukan panitia yang kecu, sound atau lainya. Semua oke, perform not bad, tapi ada beberapa oknum eksternal yang membuat kami ga fit dalam kondisi mental, apalagi itu oknum berasal dari tempat kami ‘bertapa’ di ‘gunung’ (baca: kuliah-mate). Yeah, itu ga penting diceritakan. Kalo mau, silakan tanya saya sendiri, hehe. Kabarnya sahabat saya ini juga tidak kuliah seminggu kemarin. Jadilah kami berkumpul di utara, rumah saya.
Kamipun menghabiskan waktu dengan mendengarkan We Were Evergreen, referensi dari seorang kawan kami vokalis juga merangkap sebagai penyiar radio. Lu harus tau siapa lah, beh. “Ini mirip banget gak sih sama Answer Sheet”, katanya di Twitter waktu itu. Well, saya dan sahabat kencrung saya mendengarkan hampir seluruh performancenya. Mirip sekali dengan AS : Ukulele, 2 Chords (mostly), Struktur lagu, dan hal lainya. Hanya saja mereka jauh lebih berpengalaman dan ceria. Bisa dibilang, We Were Evergreen adalah versi Perfect dari AS,haha. Seriously, musik mereka musik yang AS bayangkan jauh – jauh hari, tapi belum kesampaian : perkusif dan athmospheric tapi tetap ceria. Ini salah satu performance mereka yang kami favoritken
We Were Evergreen - Penguins & Moonboots
Hujanpun turun, kami ga mampu keluar. Saya mau kuliah, dia mau beli hardcase buat bass. Yasudah, stay in here deh. Sampai akhirnya detik ini saya nulis post ini. Saya membuang diri saya ke sebuah warnet di lantai dua daerah Jakal km.5, mengunggah video Answer Sheet di Hello Asean yang terakhir. Stay, Leave. (Tunggu aja ye bro)
Ga Suka Mengikuti System dan Ga Niat Untuk Menjadi
Rangkaian kata diatas menggambarkan kenapa saya malas, dan biasa saja dalam menjalani kuliah. Saya masuk di Jurusan Arsitektur hanya karena suka, tapi bukan berarti ingin menjadi. Kalau saya niat, saya ga akan bolos kan? Saya suka melihat bangunan – bangunan di Tumblr. Saya bisa membayangkan bangunan yang akan saya buat, tapi saya ga bisa membayangkan saya akan menjadi seperti apa jika saya seorang Arsitek. Titip Absen? Jangan Harap, di Gunung tidak akan bisa Titip Absen, percayalah. Orang bilang kuliah itu simulasi dunia kerja, dan yang saya rasakan tugas kuliahnya ngawur.
Kuliah membuyarkan passion saya. Hanya butuh waktu satu minggu pasca-hello asean untuk menghapus chords, riffs dan lirik lagu sendiri di otak saya. Jangankan chord, pekerjaan sampingan saya sebagai panitia sebuah eventpun lenyap. Saya susah untuk mainan corel. Seakan lebay, tapi berusaha me-resist doktrin sampah sambil mengerjakan pekerjaan di luar doktrin sangatlah susah. Saya rasa kuliah apapun juga seperti ini, percayalah.
Saya hanya akan menjadi Arsitek untuk kerabat, keluarga dan diri saya sendiri
Ada 1 dosen yang membuka pikiran saya, telling us who the fuck are we. Dialah satu – satunya dosen yang indies, out of the box. Banyak asdos yang bilang “kalian harus beda, blabla here there”, tapi yang mereka bicarakan sama. Ada asdos yang sukanya hanya waton marah.
Yang saya amati : orang yang niat kuliah akan terpaku pada doktrin yang mereka terima. Sedangkan saya bosan dengan hal itu. Inilah saya, 18 tahun yang hanya ber-pose sebagai seorang siswa gunung yang rajin bertapa dan garap maket, dan kadang maket atau poster presentasi saya dipuji oleh teman – teman, namun kenyataanya jauh lebih suka ngencrung, berdagang dan tidak kuliah. “Waaah, ini keren banget gik!”, “Duh, bikin lemes lu ah, gue ga ada inspirasi”, “Subhanallaah posternya” (respon terakhir berasal dari teman saya yang rajin bertapa, nilai – nilainya lebih bagus).
Saya bukan tipikal yang mudah disetir secara berkepanjangan
Intinya saya tidak suka kuliah . Penambahan 2 huruf pada nama saya jika saya lulus nanti bukan tujuan utama saya. Bekerja bisa kapan saja dengan cara yang bermacam – macam. Orang yang suka kuliah akan bilang ”Saya ingin cepat merasakan kerja”. Orang yang tidak suka kuliah akan bilang “Saya akan keluar dari sini secepatnya”. Tapi saya hanya akan bilang “Saya harus keluar dari sini”. Artinya : Bisa jadi saya lulus, Bisa jadi saya DO.
Tapi saya selalu percaya akan ada hal yang menarik di depan saya (percaya, bukan harapan). Inilah cara saya mempersiapkan masa depan. Saya tidak akan bergelut dengan mereka yang trust the system. Saya tidak akan berlomba kesuksesan dengan mereka. Walau banyak galau, tapi saya suka hidup saya.
Gak begitu nyambung sih, tapi dengarkan ini
Pure Saturday – Nyala
Percayalah terang akan datang
Di saat yang tidak terduga
Dan malaikat di atas bumi
Tersenyum lepas
About this entry
You’re currently reading “Ono Opo Sih #5 : Alasan Tidak Kuliah Hari Ini. Racauan Sore Ini,” an entry on wafiq giotama
- Published:
- November 28, 2011 / 4:19 pm
- Category:
- Uncategorized
- Tags:
4 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]